Beranda » Artikel » Terlupakan ! Berikut 3 Hujjah Hukum Minum Obat Penunda Haid saat Umroh

Terlupakan ! Berikut 3 Hujjah Hukum Minum Obat Penunda Haid saat Umroh

T 17 April 2022 F Kategori

Obat Penunda Haid saat Umroh

Pertanyaan masuk terkait obat penunda haid saat banyak, tentunya dari kalangan wanita. Terkait hukumnya, apabila sudah melakukan konsultasi dengan dokter dan dinyatakan tidak membahayakan dirinya, maka tidak mengapa apabila ingin menunda haid saat melakukan ibadah umrah dengan cara mengkonsumsi pil penunda haid.

Diantara Hujjah Bolehnya Minum Obat Penunda Haid

Dalam Sunan Sa’id bin Manshur :

أن ابن عمر سئل عن المرأة تشرب الدواء ليرتفع حيضها لتنفر فلم يرَ بأسا

Bahwa Ibnu Umar ditanya tentang wanita yang minum obat untuk menghentikan haidnya saat dia pergi, beliau tidak mempermasalahkan hal itu.”

Ma’mar Rahimahullah berkata :

سمعت ابن أبي نجيح يُسأل عن ذلك فلم يرَ به بأسًا

Aku mendengar Ibnu Abi Najih ditanya tentang hal itu, maka menurutnya itu tidak masalah.”

Baca juga: Memberangkatan Umroh Orang Tua atau Membelikan Kendaraan

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz dan Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan :

يجوز للمرأة أخذ حبوب منع الحيض بالحج، إذا لم تضرها واستشارت الطبيب.

Boleh bagi wanita mengambil ramuan untuk mencegah haid saat haji, jika tidak membahayakannya dan dikonsultasikan dengan thobiib (dokter).”

Video referensi : Waktu dan Mekanisme Penggunaan Obat Penunda Haid

 

Terlanjur Haid Padahal Hendak Miqot

Maka tetap ikut miqot bersama jamaah lain, namun didahului dengan mandi dan berihrom. Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid hafizhahullah mengatakan:

الحائض إذا مرت على الميقات وهي تريد الحج أو العمرة وجب عليها أن تحرم من الميقات ولا يجوز لها تأخير الإحرام حتى تصل إلى مكة وتطهر

Wanita haid jika melewati miqot dan dia hendak haji atau umroh, maka WAJIB baginya berihrom di miqot dan TIDAK BOLEH baginya menunda ihromnya sampai ke Mekkah dan suci.”

وقد دلت السنة وإجماع العلماء على أن الحيض لا ينافي الإحرام ، فتحرم المرأة وهي حائض ثم لا تؤدي العمرة حتى تطهر وتغتسل

Hal ini ditunjukkan oleh Sunnah dan Ijma’ (konsensus) ulama, bahwa HAID tidaklah menafikan ihrom, maka wanita haid hendaknya berihrom lalu dia tidak umroh dulu sampai suci dan mandi.” (Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 49992)

Dalil:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فِي حَدِيثِ أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ حِينَ نُفِسَتْ بِذِي الْحُلَيْفَةِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَمَرَهَا أَنْ تَغْتَسِلَ وَتُهِلَّ

Dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu’Anhuma, yakni terkait dengan hadits Asma binti Umais saat ia melahirkan di Dzulhulaifah (Bir Ali) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu, agar ia (Asma) mandi (untuk ihrom) dan berniat Ihrom.” (HR. Muslim 1210)

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:

وَفِيهِ : صِحَّة إِحْرَام النُّفَسَاء وَالْحَائِض , وَاسْتِحْبَاب اِغْتِسَالهمَا لِلإِحْرَامِ اهـ .

Dalam hadits ini menunjukkan SAH-nya ihrom bagi wanita nifas dan haid, dan disunnahkan bagi mereka MANDI IHROM.” (Syarh Shahih Muslim, 8/133)

Kemudian apabila telah suci barulah dia mandi, lalu lanjutkan umrohnya tanpa miqot lagi (langsung thawaf, sa’i, dan tahallul).

 

Bagaimana Jika Haidnya Muncul menjelang Thawaf atau Pas Thawaf ?

Maka ia tahan thawafnya, sampai kembali suci lalu mandi dari haidnya itu, barulah ia thawaf setelah mandi dari haidnya.

Dalilnya, Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata:

فَقَدِمْتُ مَكَّةَ وَأَنَا حَائِضٌ لَمْ أَطُفْ بِالْبَيْتِ وَلَا بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ فَشَكَوْتُ ذَلِكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ انْقُضِي رَأْسَكِ وَامْتَشِطِي وَأَهِلِّي بِالْحَجِّ وَدَعِي الْعُمْرَةَ

Setibanya aku di Makkah, kebetulan aku haid, sehingga aku tidak thawaf di Baitullah dan tidak sa’i antara Shafa dan Marwa. Hal itu kulaporkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau pun bersabda: “Lepas sanggulmu dan bersisirlah. Kemudian teruskan ihrammu untuk haji dan tinggalkan umrah.” (HR. Muslim 1211)

Dalam hadits lain:

الْحَائِضُ وَالنُّفَسَاءُ إِذَا أَتَتَا عَلَى الْوَقْتِ تَغْتَسِلَانِ وَتُحْرِمَانِ وَتَقْضِيَانِ الْمَنَاسِكَ كُلَّهَا غَيْرَ الطَّوَافِ بِالْبَيْتِ

Wanita yang mengalami haidh atau nifas apabila mendatangi miqat maka mereka mandi dan melakukan ihram serta melaksanakan seluruh ibadah haji kecuali thawaf di Ka’bah.” (HR. Abu Daud 1744, shahih)

 

Sumber artikel : Minum Obat Penunda Haid

 

 

.

Belum ada Komentar

Silakan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Lainnya :

Tips Mudah Menentukan Pilihan Kapan Puasa Arafah dan Shalat Idul Adha

T 1 Juli 2022 F A dianhendriyana

Shalat Idul Adha disyariatkan sejak tahun 2 H. Meskipun tidak sedang haji, Rasulullah dan sahabat saat itu telah melaksanakan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Sementara Wukuf di Padang Arofah, syariatnya baru turun di tahun 10 H. Bertepatan dengan Haji Wada... Selengkapnya

Tahallul Awal Bolehkah Mencukur Rambut Sendiri

Tahallul Awal, Mencukur Rambut Sendiri Dilarang ?

T 17 April 2022 F A dianhendriyana

Tidak sedikit pertanyaan masuk terkait hukum tahallul awal atau mencukur rambut sendiri saat umroh pertama. Bagaimana status hukumnya, apakah boleh atau terlarang ? Diantara pertanyaan : السؤال هل يجوز أن يقص الرجل شعره بنفسه للتحلل من العمرة وأيضا بالنسبة للمرأة... Selengkapnya

Biaya Umroh Jasa Badal Umrah 2022

Biaya Umroh Badal Terjangkau, Solusi Kirim Pahala Umrah

T 30 Agustus 2022 F , A dianhendriyana

Biaya umroh setiap tahunnya mengalami kenaikan, namun jamaah umroh Indonesia tetap semangat mewujudkan impian ke tanah suci. Beragam paket umroh menawarkan harga umroh dengan fasilitas nya masing-masing. Tentu ada harga juga ada rupa, demikian jika ada travel umroh yang menawarkan... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Tour Leader Umroh Sertifikasi BNSP

Apabila travel Anda sedang membutuhkan Tour Leader, silahkan menghubungi kami. Semoga dalam keberkahan dari Allah ta'ala.